Valkyrie

Pembuka dari segala hal yang tertutup.

Hidup Bersama

Hidup akan lebih berarti apabila kita bermanfaat bagi yang lain.

Bahagia

Kebahagiaan itu sebenarnya mengikuti kemana kita pergi.

Bercahaya

Tebarkan cahaya sebanyak-banyaknya sebelum gelap datang.

Tuhan Tempat Kembali

Tiada lagi yang mampu berkehendak dan memberi, selain Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pages

Selasa, 31 Mei 2011

Apakah Kau Malaikat Tuhan


Apakah Kau Malaikat Tuhan


makhluk dengan hati yang lembut

makhluk dengan hati yang penuh kesabaran

makhluk dengan penuh belaian kasih sayang

titisan Tuhan dengan hati tanpa amarah

sang titisan dengan maaf yang luar biasa

telah meninggalkanku dengan penuh perih, kesabaran, dan pengertian yang tiada tara

terima kasih

cinta kasih serta pengorbananmu takkan pernah terkikis oleh apapun


Senin, 16 Mei 2011

Minggu Pagi dan Aktivitas

Hari Minggu ini tanggal 15 Mei, saya sengaja menelpon teman saya untuk bertemu dan membicarakan sedikit urusan bisnis kecil kecilan. Kamipun sudah ada janji untuk bertemu, akan tetapi teman saya mengajukan satu syarat kepada saya untuk menemaninya berjualan di salah satu area publik yang cukup ramai dikunjungi saat hari Minggu datang. Sayapun sudah bersiap untuk berangkat pukul enam pagi dan langsung menuju tempat tujuan saya, yaitu lapak jualan teman saya.



Saat saya datang, lapaknya telah buka dan barang daganganyapun sudah tertata rapi untuk siap dijual kepada konsumen. Sayapun duduk didekat teman saya, jangan bayangkan kalau saya duduk dengan enak diatas kursi empuk dan menunggu pembeli datang, akan tetapi saya duduk diatas kantong plastik merah yang saya tempatkan diatas lantai dari tempat tersebut, ya saya sekarang adalah seorang penjual kaki lima. Beberapa menit pertama saya memang merasa tidak nyaman akan kondisi seperti ini akan tetapi saat saya melihat teman saya dengan penuh semangat menawarkan barang jualannya, saya menjadi malu pada diri saya sendiri. Inilah pelajaran pertama yang saya dapat pada hari ini, yaitu Kita sebagai manusia tidaklah perlu malu dalam mencari nafkah selama itu adalah halal. Sayapun mencoba membantu teman saya untuk menawarkan barang dagangannya, walaupun masih kaku gitu..., dengan berbesar hati dan berusaha membuang rasa malu saya jauh-jauh sayapun memanggil orang agar tertarik melihat barang dagangan teman saya.

Ada beberapa pembeli yang telah membeli barang dagangan teman saya, sambil menunggu pembeli yang lain kamipun bercerita satu sama lain. Kebetulan teman saya adalah seorang wanita dan dia masih single, sebenarnya banyak pria yang berusaha mendekatinya akan tetapi dia masih ingin menikmati masa lajangnya, sampai akhirnya saya bertanya, "Kapan nikah nih, dah ada calon blom..?", diapun menyahutinya dengan santainya bahwa dia masih ingin lajang dan fokus dengan pekerjaanya dulu, toh abahnya (ayahnya) sudah menawarkannya untuk segera menikah. Lalu sayapun tergelitik untuk bertanya, "Loh emang tipemu yang model gimana...?". Dia menjawab dengan cuek, "halah, klo punya suami itu nda perlu ganteng, kaya, atau berpendidikan terlalu tinggi, akan tetapi kata abahku laki-laki yang bisa berumah tangga yang baik itu adalah agamanya kuat, berpendidikan, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan segala hal...". Inilah pelajaran berharga yang saya dapatkan bahwa seorang laki-laki, atau siapapun itu, harus melakukan segala hal dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Sambil ngobrol, sayapun melihat sekeliling saya. Saya melihat banyak sekali orang, ada yang kaya (sangat sedikit jumlahnya), menengah (lumayan jumlahnya), dan biasa saja (lebih banyak jumlahnya) berbaur menjadi satu menikmati senam pagi bersama dan memanjakan anak mereka dengan permainan yang ada di sekitar taman ini. Saya melihat bahwa bermacam-macam orang berkumpul disini, banyak penjual-penjual yang menunggu tempatnya didatangi oleh orang yang berminat untuk membeli atau menyewa barang dagagan mereka. Sambil merenung, saya melihat mereka duduk diam berharap barang dagangan mereka dibeli atau disewa. Sambil bercanda dengan penjual lainnya mereka dengan sabar menunggu lapak mereka. Satu lagi hal yang saya dapat dipagi itu, yaitu Istiqomah atau berusaha dengan maksimal dan percaya bahwa segala sesuatunya sudah ada yang mengatur. Tuhan. Kita hanya berusaha semaksimal mungkin dan berdoa.

Salam Luar Biasa

Pandu Prasodjo


Kamis, 05 Mei 2011

Melahirkan Tanpa Hamil... Mungkinkah...?

Saya hari ini bisa dibilang capek banget... karena dari rumah saya udah bawa beban yang berat di dalam tas saya sehingga bahu saya rasannya pegal-pegal, kemudian siang harinya saya bersama teman saya menyebarkan undangan untuk kompetisi futsal. Dalam menyebarkan undangan tersebut kami didampingi dengan rintik-rintik hujan yang selalu membasahi kami... (lebay banget deh...) ^^v. Nah sesampainya disekolah, istirahatlah dan iseng buka vivanews.com dan saya kaget melihat satu judul artikel disana yang menulis bahwa ada orang yang melahirkan tanpa hamil... (Buseeetttt....) Ini videonya...



Semangat Terus.... ^^

Senin, 02 Mei 2011

Pembangunan Jaya 2

Tertanggal 2 Mei 2011, saya ditugaskan kembali ke daerah setelah selama kurang lebih dua bulan saya berada di perbatasan ibu kota... ^^ akan tetapi ini akan menjadi tantangan baru yang akan saya hadapi... Penuh semangat dan harapan pasti akan membawa saya pada keberhasilan dan kesuksesan.

Sekolah Pembangunan Jaya 2 menjadi tempat berlabuh (sementara) saya, karena keinginan saya tidak hanya tertahan sebatas ini saja, saya akan melakukan sebaik mungkin yang akan menjadi tugas saya. Tetap saja, masih asing dan perlu penyesuaian diri lagi dengan lingkungan yang baru, huff...., ternyata sungguh melelahkan untuk beradaptasi dengan hal yang baru... keliatannya hari ini hari yang lumayan berat cz saya sendiri meraba-raba menemukan ritme kerja dan karakter kerja di tempat kerja yang baru...

Banyak dan terasa sekali perbedaan suasana dan karakter kerja antara ditempat baru saya sekarang dan tempat yang lama. Di tempat baru ini saya merasakan karakter yang lebih keras dibanding tempat sebelumnya tapi ini hanya permulaan, saya belum menyelami lebih jauh tentang hal ini. Mungkin saya akan mengamati dan menentukan langkah selanjutnya untuk mempelajari apa yang telah terbentuk dalam ruang lingkup kerja di sini.

Terima kasih untuk Ibuk saya yang memberi masukan untuk merevisi blog ini.

Satu hal yang pasti, Maju Terus dan Tetap Semangat !!!!


Rabu, 27 April 2011

Shuffle Dance n Keep Shuvlin'

Di tempat saya mengajar, banyak sekali peserta didik yang telah terinfeksi dengan sebuah tarian modern yang bernama "SHUFFLE DANCE". Tari ini sangat cepat berkembang diantara para remaja karena tarian ini memiliki gerakan - gerakan yang enerjik dan tempat menyalurkan kreatifitas mereka. Ini adalah salah satu video yang di upload di youtube tentang Shuffle dance. Sesungguhnya saya kebetulan melihat video ini karena salah satu peserta didik saya meentautkan video ini di Facebook. 

Kisah Seorang Anak dan Pohon Apel

Saya mendapatkan posting dari pengguna facebook dengan nick "Bahtera Kurniawan Jaya", dalam postingnya dia menuliskan tulisan yang selalu berkaitan dengan masalah-masalah yang sering dihadapi remaja. Hampir seluruh postingnya berbau motivasi untuk remaja yang mana materi yang didapatkan hampir semuanya, menurut saya, berasal dari pengalaman pribadi remaja tersebut. Pada kesempatan ini saya menuliskan kembali salah satu cerita yang mungkin dapat menggugah hati teman-teman sekalian tentang orang tua kita.

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan,yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya;

dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Senin, 11 April 2011

Seorang Ayah

Saya membaca thread dari BaksoHidup di kaskus tentang seorang ayah. Dia memaparkan ada 37 hal yang seorang ayah lakukan untuk sang anak. Tetapi saya hanya memasukkan 35 saja karena beberapa alasan. Jadi saya ingin mencatatnya dalam blog saya ini sebagai pengingat saya bahwa peran seorang ayah sangat luar biasa bagi kita, anak tercinta mereka.

  1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.
  2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
  3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
  4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
  5. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kita mencarinya.
  6. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi. 
  7. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.
  8. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.
  9. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan"
  10. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
  11. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
  12. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya. 
  13. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. 
  14. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. 
  15. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
  16. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.
  17. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau agan ingin bicara.
  18. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.
  19. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
  20. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".  
  21. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
  22. Ayah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan". 
  23. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihat agan melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya. 
  24. Ayah lebih bangga pada prestasi agan, daripada prestasinya sendiri.
  25. Ayah hanya akan menyalami agan ketika pertama kali agan pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya. (kadang22 ibu kita gan yang seperti itu ) 
  26. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).
  27. Ketika agan masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika agan mimpi akan dibunuh monster...
  28. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan .
  29. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya". 
  30. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".
  31. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu".
  32. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu. 
  33. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik .
Ayah memang sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita, oleh karena itu kita tidak boleh lupa akan jasa-jasa kedua orang tua kita yang selalu merelakan segala hal demi kita, anak mereka.

Salam Luar Biasa !!!


Pandu Prasodjo